Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

PGRI Luwu Utara Gelar Rakor Bersama PC, Komunikasi Jadi Kunci Majukan Organisasi

PGRI Luwu Utara Gelar Rakor Bersama PC, Komunikasi Jadi Kunci Majukan Organisasi

banner 120x600
banner 468x60

PGRI Luwu Utara Gelar Rakor Bersama Pengurus PC: Komunikasi Jadi Kunci Majukan Organisasi

Luwu Utara– Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Utara menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh pengurus PGRI cabang (PC) se-Kabupaten Luwu Utara. Pertemuan yang berlangsung di Sekretariat PGRI Luwu Utara, Masamba, ini menjadi wadah penting untuk menyatukan langkah, menyerap aspirasi, serta memperkuat komunikasi antarstruktur organisasi.

Ketua PGRI Kabupaten Luwu Utara, Ismaruddin, menegaskan bahwa komunikasi adalah kunci utama dalam menjaga kekompakan dan memajukan organisasi.

banner 325x300

“Komunikasi sangat penting untuk memajukan organisasi, menyamakan persepsi, serta menyerap aspirasi dari pengurus cabang,” ujar Ismaruddin saat membuka rakor.

Menjawab Aspirasi Guru Terkait Distribusi Jam Mengajar

Dalam pertemuan tersebut, isu distribusi guru dan pemenuhan jam mengajar menjadi salah satu perhatian serius. Sejumlah pengurus cabang menyampaikan keresahan guru terkait kekurangan jam mengajar yang berdampak pada syarat sertifikasi.

Menanggapi hal ini, Ismaruddin memastikan bahwa PGRI hadir sebagai rumah bagi para guru untuk mencari solusi bersama.

“PGRI siap mengayomi dan membantu teman-teman guru yang tidak cukup jam untuk memenuhi 24 jam sertifikasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa distribusi guru sejatinya merupakan kewenangan penuh bupati. Namun, PGRI berkomitmen untuk terus mengawal dan memberikan masukan demi memastikan tidak ada guru yang kehilangan hak atas Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Jaga Komunikasi, Pengurus PGRI Luwu Utara Lakukan Rakor dengan Pengurus PC PGRI

Baca Juga: Bupati Luwu Utara Serahkan Hadiah Juara I Domino Cup 2025 ke Gardu Tolangi

Revisi Distribusi Guru

Lebih lanjut, Ismaruddin mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah memberikan arahan terkait revisi distribusi guru. Revisi ini dilakukan agar tidak ada guru yang dirugikan akibat kekurangan jam mengajar.

“Kita tetap menyampaikan dan mengusulkan kepada pimpinan untuk memastikan guru tidak terganggu tunjangan profesinya. Sesuai arahan pimpinan, bulan ini ada revisi distribusi guru untuk pemenuhan jam TPG,” jelasnya.

Menguatkan Peran PGRI

Rakor ini sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran PGRI sebagai wadah perjuangan para guru. Organisasi bukan hanya sekadar forum silaturahmi, tetapi juga ruang strategis dalam memperjuangkan hak-hak tenaga pendidik dan meningkatkan mutu pendidikan di Luwu Utara.

Dengan adanya komunikasi yang intens antara pengurus kabupaten dan cabang, diharapkan seluruh program dan kebijakan dapat berjalan lebih sinkron, serta aspirasi guru di tingkat bawah dapat lebih cepat direspons.

Ismaruddin menutup rakor dengan mengajak seluruh pengurus untuk menjaga semangat kebersamaan. Ia meyakini bahwa dengan kekompakan, PGRI Luwu Utara akan semakin solid dalam mendampingi guru dan memperjuangkan kepentingan dunia pendidikan.

“PGRI bukan hanya tentang organisasi, tetapi tentang perjuangan bersama untuk kemajuan guru dan pendidikan di Luwu Utara,” tandasnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *