
Luwu Utara – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus menggenjot Pembangunan Jalan Luwu Utara di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini menjadi strategi utama untuk membuka keterisolasian desa sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bupati Luwu Utara mengarahkan seluruh perangkat daerah agar memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan sentra produksi pertanian dan perkebunan dengan pusat distribusi. Ia menilai akses jalan yang memadai akan memangkas biaya transportasi, mempercepat mobilitas barang dan jasa, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Baca Juga : Luwu Utara Genjot Pembangunan Jalan di Wilayah 3T: Upaya Strategis Memutus Rantai Kemiskinan
Selama ini, warga di sejumlah kecamatan menghadapi medan berat dan kondisi jalan rusak yang menghambat aktivitas ekonomi. Pemerintah daerah kini mengalokasikan anggaran secara bertahap untuk memperbaiki dan membangun ruas jalan strategis. Dinas terkait juga menggandeng kontraktor lokal agar proyek berjalan tepat waktu dan sesuai standar kualitas.
Program Pembangunan Jalan Luwu Utara tidak hanya menyasar peningkatan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperkuat akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Dengan infrastruktur yang layak, anak-anak dapat menjangkau sekolah lebih mudah dan tenaga kesehatan bisa melayani masyarakat tanpa hambatan jarak.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan proyek. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.
Melalui percepatan pembangunan di wilayah 3T, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menargetkan penurunan angka kemiskinan secara signifikan. Infrastruktur jalan yang baik akan membuka peluang usaha baru, menarik investasi, serta meningkatkan kesejahteraan warga secara merata. Upaya ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.














