luwu utara – Komplotan Maling Alpukat terjadi di sebuah kebun di kawasan Kendal, Jawa Tengah, pada Selasa pagi, 12 Desember 2025. Kejadian ini berawal saat empat orang yang diduga sebagai pencuri memasuki kebun milik warga untuk mencuri buah alpukat yang sedang berbuah lebat. Namun, berkat kewaspadaan salah satu warga sekitar, aksi para pelaku berhasil digagalkan. Satu dari empat pelaku berhasil ditangkap warga, sementara tiga lainnya berhasil melarikan diri dan kini dalam pencarian polisi.
Kasus pencurian buah alpukat ini menambah daftar panjang tindak kriminal yang terjadi di wilayah tersebut, yang semakin memperburuk situasi keamanan di desa-desa pedesaan. Bukan hanya merugikan para petani yang menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian, aksi pencurian semacam ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama menjelang musim panen.
Kronologi Kejadian: Komplotan Pencuri Tertangkap di Kebun Alpukat
Peristiwa pencurian ini terjadi di Desa Karangjati, sebuah desa yang terkenal dengan perkebunan alpukatnya yang subur dan banyak diminati pasar. Kebun tersebut milik Budi Santoso, seorang petani lokal yang sudah lama mengelola kebun alpukatnya. Menurut keterangan dari Budi, saat itu ia sedang berada di rumahnya dan tidak mengetahui ada aktivitas mencurigakan di kebunnya.
Namun, warga setempat yang kebetulan melintas di sekitar kebun, mulai curiga dengan kehadiran empat orang yang tampak sedang memetik buah alpukat. Warga tersebut langsung menghubungi Polsek Kendal dan memberitahukan adanya kegiatan yang mencurigakan di kebun tersebut. Tak lama setelah itu, sejumlah warga datang untuk memantau situasi.
“Setelah saya melihat mereka membawa banyak buah alpukat, saya langsung curiga dan memanggil warga lainnya. Mereka berusaha kabur begitu kami mendekat, tetapi salah satu dari mereka berhasil kami tangkap,” ungkap Joko Prasetyo, salah satu warga yang pertama kali melihat aksi para pelaku.

Baca Juga : Heboh Jenazah di Luwu Utara Masih Utuh Usai 30 Tahun Dikubur
Pelaku yang tertangkap berinisial D, 34 tahun, adalah warga dari luar daerah yang disebut-sebut merupakan bagian dari komplotan pencurian alpukat yang sudah beberapa kali beroperasi di wilayah tersebut. Setelah berhasil ditangkap, D langsung dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tiga Pelaku Buron, Polisi Lakukan Pengejaran
Setelah berhasil menangkap D, tiga pelaku lainnya berhasil melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor yang sudah diparkir di pinggir kebun. Mereka segera melarikan diri ke arah hutan yang terletak di sekitar kebun, meninggalkan sepeda motor dan keranjang berisi alpukat yang sudah mereka curi.
Kapolsek Kendal, AKP Sumarno, mengatakan bahwa pihaknya segera melakukan pencarian intensif terhadap ketiga pelaku yang berhasil kabur. “Kami sudah mengerahkan sejumlah anggota untuk melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya. Kami juga meminta bantuan dari warga sekitar untuk memberikan informasi jika ada yang mengetahui keberadaan mereka,” ujarnya.
Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa sejumlah keranjang berisi alpukat yang ditemukan di lokasi kejadian, serta sepeda motor yang ditinggalkan oleh pelaku. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap pelaku yang tertangkap, diketahui bahwa komplotan ini sudah beberapa kali beraksi di berbagai daerah di sekitar Kendal, mengambil buah alpukat dari kebun milik warga.
Komplotan Maling Alpukat Motif Pencurian dan Kerugian Petani
Pencurian buah alpukat yang terjadi di Kebun Budi Santoso merupakan bagian dari sebuah modus operandi yang semakin marak belakangan ini di Kendal. Sebagian besar pencurian ini melibatkan kelompok-kelompok yang sengaja mencari kebun dengan hasil yang melimpah untuk kemudian mengurasnya dalam waktu singkat. Keuntungan yang bisa didapatkan dari hasil pencurian ini dianggap menggiurkan, terutama di musim panen seperti saat ini.
Menurut Budi Santoso, kerugian yang dideritanya akibat aksi pencurian tersebut cukup besar. Dalam satu kali aksi, para pelaku dapat menguras puluhan kilogram alpukat yang sudah siap dipanen, yang tentunya sangat merugikan bagi petani seperti dirinya.
“Alpukat yang hilang ini seharusnya bisa saya jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harga alpukat saat ini cukup tinggi, dan kebun saya ini menjadi sumber penghidupan. Jika terus-terusan ada yang mencuri, bisa-bisa saya tidak bisa mendapatkan hasil apapun dari kebun ini,” ungkap Budi dengan wajah kecewa.
Komplotan Maling Alpukat Masyarakat Resah, Pencurian Buah Alpukat Semakin Marak
Aksi pencurian buah alpukat di Kendal bukanlah yang pertama kali terjadi. Beberapa bulan lalu, juga terjadi pencurian serupa di wilayah Desa Sidomulyo dan Desa Tegalwulung, yang membuat para petani alpukat merasa semakin resah. Bahkan, beberapa petani alpukat di daerah tersebut terpaksa memasang penjagaan ekstra di kebun mereka untuk mencegah aksi pencurian.
“Sekarang, kami harus lebih hati-hati. Kalau tidak ada yang menjaga kebun, bisa saja buah kami hilang. Sudah beberapa kali kejadian, dan kami berharap pihak berwajib bisa segera menuntaskan masalah ini,” ujar Sumarni, salah seorang petani alpukat di desa setempat.


















