Luwu Utara – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara meluncurkan program GENK BURASA sebagai langkah konkret mempercepat pencegahan stunting berbasis teknologi digital. Pemerintah daerah mengintegrasikan sistem ini untuk memantau kondisi ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting secara real-time. Melalui platform tersebut, petugas kesehatan dapat mencatat, memperbarui, dan menganalisis data secara cepat dan akurat.

Bupati Luwu Utara menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak lagi mengandalkan metode manual dalam memantau kasus stunting. Tim kesehatan kini memanfaatkan GENK BURASA untuk melacak perkembangan gizi anak di setiap desa. Petugas puskesmas, kader posyandu, hingga aparat desa langsung memasukkan data hasil penimbangan dan pemeriksaan ke dalam sistem. Dengan cara ini, pemerintah dapat mengambil keputusan berbasis data yang terukur.
Baca Juga : Bupati Luwu Utara Pimpin Salat Tarawih
Program GENK BURASA juga memperkuat kolaborasi lintas sektor. Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kominfo dan perangkat desa untuk memastikan jaringan dan pelaporan berjalan lancar. Pemerintah desa aktif mengawal keluarga yang masuk kategori risiko tinggi agar segera mendapatkan pendampingan gizi, edukasi pola asuh, serta bantuan tambahan bila diperlukan.
Selain itu, pemerintah mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung keberhasilan program ini. Kader posyandu rutin memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya asupan gizi seimbang, sanitasi, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Pemerintah daerah menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan melalui intervensi cepat dan tepat sasaran.
Melalui GENK BURASA, Luwu Utara menunjukkan komitmen kuat dalam memanfaatkan transformasi digital untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan. Pemerintah optimistis inovasi ini mampu mempercepat penanganan stunting dan menciptakan sistem pemantauan yang transparan, terukur, serta berkelanjutan.
















