Jumlah Penduduk Luwu Utara Tembus 336.360 Jiwa, Masamba Jadi Kecamatan Terpadat
Luwu Utara– Jumlah penduduk Kabupaten Luwu Utara pada Semester I Tahun 2025 tercatat mencapai 336.360 jiwa. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya di tahun 2024 yang berada di angka 334.280 jiwa.
Data tersebut diungkap oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Luwu Utara, Muhammad Kasrum, usai mengikuti Zoom Meeting Rilis Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester I Tahun 2025 yang digelar secara nasional.
Laki-Laki Lebih Banyak daripada Perempuan
Menariknya, dari total jumlah penduduk Luwu Utara, komposisi penduduk laki-laki lebih besar dibandingkan dengan perempuan.
-
Laki-laki: 169.827 jiwa
-
Perempuan: 166.533 jiwa
Kondisi ini mencerminkan tren demografis yang juga kerap terjadi di berbagai daerah, di mana jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan.
Masamba Jadi Kecamatan dengan Penduduk Terbanyak
Jika ditinjau dari sebaran wilayah, Kecamatan Masamba menempati posisi teratas dengan jumlah penduduk terbanyak, yakni 39.887 jiwa. Posisi berikutnya ditempati oleh:
-
Kecamatan Baebunta: 33.909 jiwa
-
Kecamatan Sukamaju: 29.304 jiwa
-
Kecamatan Malangke: 28.666 jiwa
Sebagai ibu kota kabupaten, dominasi Masamba cukup wajar mengingat wilayah ini menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Data Kependudukan Jadi Dasar Kebijakan
Menurut Muhammad Kasrum, data kependudukan yang dirilis Disdukcapil tidak hanya sebatas angka, tetapi juga menjadi dasar penting bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis.
“Data ini menjadi dasar Pemerintah Republik Indonesia dalam merumuskan kebijakan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” jelasnya.
Baca Juga: PGRI Luwu Utara Gelar Rakor Bersama PC, Komunikasi Jadi Kunci Majukan Organisasi
Kasrum juga menambahkan, laporan yang disampaikan Disdukcapil merupakan hasil pengolahan data nasional yang mencakup seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Dengan demikian, akurasi dan konsistensi pelaporan menjadi hal yang mutlak.
Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan dan Pemilu
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dalam kesempatan sebelumnya juga menegaskan betapa pentingnya akurasi data kependudukan. Selain digunakan dalam perencanaan pembangunan, data tersebut sangat krusial untuk memastikan layanan publik berjalan tepat sasaran.
Bahkan, menjelang penyelenggaraan Pemilu mendatang, data kependudukan akan menjadi rujukan utama dalam penetapan daftar pemilih tetap (DPT). Dengan demikian, keterbaruan data yang rutin dilaporkan oleh daerah seperti Luwu Utara akan meminimalisasi potensi masalah administrasi saat pelaksanaan pesta demokrasi.


















