Luwu Utara– Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Luwu Utara siap menggelar kegiatan wisata religi bertajuk “Napak Tilas Religi, Sejarah Kebudayaan Islam Tana Luwu”. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober 2025 di Kompleks Makam Datuk Pattimang, Kecamatan Malangke.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda wisata religi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menggali kembali jejak sejarah masuknya Islam di Tana Luwu.
Jejak Sejarah Islam dari Pattimang
Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Utara, Jumal Jayair Lussa, menegaskan bahwa sejarah masuknya Islam di Tana Luwu bermula dari Desa Pattimang, Kecamatan Malangke. Sosok sentral dalam sejarah ini adalah Datuk Pattimang, ulama besar yang pertama kali membawa ajaran Islam ke tanah Luwu.
“Sejarah ini jauh lebih dahsyat dibanding sejarah lain. Bahkan, jika difilmkan, saya yakin bisa bersaing dengan film Wali Songo. Datuk Pattimang bukan hanya ulama, tetapi tokoh peradaban yang mengubah wajah Tana Luwu,” ujar Jumal dalam rapat persiapan kegiatan di Masamba.
Apresiasi dan Harapan untuk Generasi Muda
Jumal memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif Disporapar Luwu Utara yang melibatkan pelajar dalam kegiatan napak tilas ini. Baginya, pemahaman sejarah menjadi fondasi penting dalam menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi digital.
Baca Juga: Bupati Lutra Dipanggil BKN, Mutasi Massal ASN Terancam Batal
“Anak-anak kita hari ini dengan mudah bisa mengakses berbagai informasi lewat HP. Ada yang baik, ada juga yang buruk. Karena itu, kegiatan seperti napak tilas ini penting untuk membekali mereka dengan nilai sejarah, budaya, dan agama yang kuat,” ungkapnya.
Sinergi Lintas Sektor
Plt Kadisporapar Luwu Utara, Saleh, menambahkan bahwa kesuksesan kegiatan ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Agama, Cabang Dinas Pendidikan, lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga para guru dan pelajar.
“Kegiatan ini harus kita kawal bersama. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci agar pelaksanaan berjalan lancar sesuai harapan,” jelas Saleh.
Rapat persiapan pun dihadiri berbagai stakeholder, termasuk perwakilan Kemenag, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, Lembaga Adat, tokoh masyarakat, kepala madrasah, hingga pemenang dan finalis Ana’dara Kallolo 2025. Kehadiran beragam pihak ini menjadi bukti kuatnya komitmen bersama dalam mengangkat sejarah Islam Tana Luwu.


















