Luwu Utara– atlet pencak silat Kabupaten Bone untuk tampil maksimal di Pekan Olahraga Provinsi (Proprov) Sulawesi Selatan 2026 kembali diuji. Persiapan yang telah direncanakan sejak awal tahun ini belum berjalan sesuai target lantaran terkendala masalah klasik: dana.
Seleksi atlet yang sedianya digelar Januari 2026 terpaksa tertunda. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai ketersediaan anggaran baik dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone maupun KONI Sulsel.
Dana Minim, Persiapan Tertunda
Pengurus pencak silat Bone, Murniati, mengungkapkan bahwa kebutuhan seleksi tidak bisa diabaikan karena melibatkan banyak aspek teknis. Selain perangkat pertandingan dan wasit, kehadiran tim medis juga menjadi syarat utama.
“Kendalanya ada pada dana. Silat itu harus ada medis, tidak bisa dilakukan tanpa medis dan wasit. Kami sudah komunikasikan dengan Ketua KONI, tapi jawabannya belum ada dananya. Di provinsi juga begitu,” ujar Murniati.
Situasi ini membuat agenda pra-Proprov yang awalnya dijadwalkan berlangsung di Parepare pada 6–9 Oktober 2025 kemungkinan besar ikut diundur. “Persoalan anggaran ini tidak hanya kami hadapi, semua cabor juga butuh dana,” tambahnya.
Tekad Atlet Tak Surut
Meski dihantam keterbatasan, semangat atlet pencak silat Bone tidak surut. Mereka tetap menjalani latihan rutin setiap hari, baik di kategori tanding maupun seni. Dari rencana awal, Kabupaten Bone bakal menurunkan 28 atlet untuk Proprov 2026. Target yang dipatok pun tidak main-main: dua medali emas.
Baca Juga: Bupati Lutra Resmikan Dapur MBG Kedua Serap 47 Tenaga Kerja Lokal
Salah satu atlet putri, Nurhasanah, menegaskan tekadnya untuk terus berlatih. “Walaupun tidak ada dana, kami tetap rutin latihan setiap hari agar siap ketika seleksi nanti. Harapannya dukungan dana segera ada supaya persiapan lebih maksimal,” ucapnya dengan penuh optimisme.
Keterlambatan pencairan anggaran olahraga di tingkat daerah dan provinsi memang sering menjadi kendala klasik bagi berbagai cabang olahraga. Namun, menjelang Proprov yang tinggal setahun lebih sedikit, dukungan dana dinilai sangat mendesak agar persiapan bisa lebih terarah.
Murniati menekankan bahwa pencak silat memiliki potensi besar menyumbang medali bagi Bone jika pembinaan dan persiapan atlet dilakukan secara serius. “Silat ini salah satu andalan Bone. Kalau tidak ada dukungan dana sejak awal, tentu persiapan jadi kurang maksimal. Padahal atlet kita punya peluang besar,” ujarnya.
Tradisi Prestasi yang Harus Dijaga
Kabupaten Bone sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan tradisi kuat dalam seni bela diri pencak silat. Prestasi pada ajang sebelumnya menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus berjuang meski di tengah keterbatasan.
Para atlet muda yang tengah digembleng saat ini diharapkan menjadi generasi penerus yang mampu menjaga marwah Bone di arena olahraga provinsi. Namun tanpa sokongan dana dan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun KONI, mimpi tersebut bisa terhambat.
















