Luwu Utara– Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Bandung. Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah guna mendorong pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis riset.
Acara penandatanganan disaksikan langsung oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., serta jajaran pimpinan universitas, bersama rombongan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja yang dipimpin oleh Bupati dr. Zadrak Tombeg, Sp.A. Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan tersebut, menandai awal dari sebuah kerja sama yang sarat dengan potensi besar.
Komitmen ITB: Inovasi untuk Negeri
Dalam sambutannya, Rektor ITB menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam menggandeng perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Hari ini adalah hari yang berbahagia karena kami menerima tamu yang datang jauh dari Sulawesi. Branding Tana Toraja sudah dikenal luas, mulai dari rumah adat, kekayaan budaya, hingga kopi khasnya. ITB tentu berkomitmen bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tapi juga sebagai mitra strategis daerah-daerah di Indonesia,” ujar Tatacipta.
Ia menegaskan bahwa ITB memiliki sumber daya akademik dan teknologi yang mumpuni untuk mendukung pembangunan di berbagai lini, mulai dari peningkatan kapasitas guru dan persiapan mahasiswa, hingga aplikasi inovatif seperti Desanesha, yang menghubungkan kepala desa dengan pakar ITB dalam perencanaan pembangunan.
“Kepentingan kita bersama adalah bertumbuh dengan baik, memiliki reputasi internasional, dan tetap berkontribusi untuk bangsa,” tambahnya.
Baca Juga: Bupati Luwu Utara Usulkan Pabrik Kakao dan Kopi di Rapat Hilirisasi Perkebunan
Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, Sp.A., mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan berkolaborasi dengan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Menurutnya, Tana Toraja memiliki kekuatan besar di sektor pariwisata dan UMKM, namun keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi masih menjadi tantangan utama.
Ia menekankan pentingnya transformasi digital untuk mendukung ekosistem pariwisata, pengembangan desa wisata, hingga pemberdayaan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Cakupan Kerja Sama
MoU yang ditandatangani mencakup berbagai bidang strategis, di antaranya:
-
Pendidikan – peningkatan kapasitas guru, pelatihan mahasiswa, hingga penguatan SDM lokal melalui program pengabdian masyarakat.
-
Penelitian – fokus pada sektor pariwisata, ekonomi kreatif, keberlanjutan lingkungan, serta teknologi tepat guna untuk desa-desa di Tana Toraja.
-
Pengabdian Masyarakat – mendukung pengembangan desa wisata, pemberdayaan UMKM, dan layanan kepakaran sesuai kebutuhan daerah.
Dengan dukungan dari ITB, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja diharapkan mampu membangun ekosistem pembangunan yang lebih inklusif, berbasis data, serta berorientasi pada inovasi.
















