Luwu Utara – Rabu malam yang biasanya tenang di Kota Masamba berubah menjadi panggung operasi penegakan hukum berskala besar. Sekitar pukul 22.30 WITA, suasana di sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 57 mendadak riuh. Sebuah truk enam roda tiba-tiba dihentikan oleh sejumlah personel Sat Reskrim Polres Luwu Utara yang telah bersiaga sejak sore hari. Lampu rotator biru-merah memantul di permukaan jalan yang lembap, menandai dimulainya pengungkapan salah satu kasus penyelundupan LPG bersubsidi terbesar di wilayah tersebut.
Truk yang diberhentikan itu bukan kendaraan sembarangan. Kendaraan niaga jenis Mitsubishi Canter merah dengan nomor polisi DW 8915 BN tersebut sudah lama menjadi perhatian aparat. Warga di sekitar jalur Masamba – Sabbang – Baebunta bahkan menyebut truk itu kerap melintas pada jam-jam tidak wajar, membawa muatan yang ditutup rapat dan dikawal tanpa identitas resmi. Informasi itu kemudian mengarah pada penyelidikan intensif yang dilakukan secara senyap oleh unit Resmob Polres Luwu Utara.
Di balik operasi yang matang
Kasat Reskrim Polres Luwu Utara sebelumnya telah menerima laporan beruntun terkait kelangkaan LPG 3 kilogram di beberapa kecamatan. Warga mengeluhkan harga yang meroket hingga dua kali lipat dari harga eceran tertinggi. Di beberapa desa, tabung hijau itu bahkan hilang dari peredaran selama berhari-hari, memaksa masyarakat, terutama pelaku UMKM makanan, mengurangi produksi.
Polisi kemudian menelusuri dugaan adanya jaringan distribusi ilegal yang sengaja mengalihkan tabung subsidi ke luar daerah untuk dijual kembali dengan margin besar. Dari hasil pemantauan lapangan, truk Canter merah ini terlihat menjadi penghubung utama dalam rantai distribusi tersebut.
“Gerakannya tidak lazim. Waktunya bukan jam operasional distribusi resmi dan rutenya berputar-putar,” ungkap salah satu penyidik yang ikut dalam operasi malam itu. Informasi itu menjadi dasar digelarnya patroli tertutup selama beberapa hari berturut-turut.
Penangkapan yang dramatis
Ketika truk itu akhirnya berhenti, petugas segera mengepung kendaraan dari empat sisi. Sopir dan seorang kenek diminta turun, sementara petugas lain membuka segel muatan di bagian belakang truk. Beberapa menit kemudian, bau khas gas elpiji perlahan tercium—membenarkan kecurigaan bahwa kendaraan tersebut membawa muatan yang disembunyikan.
Saat pintu bak belakang dibuka, petugas menemukan pemandangan mencengangkan: 770 tabung LPG 3 kilogram tersusun dalam tiga lapis, ditumpuk secara padat menggunakan terpal hitam tebal untuk menyamarkan isinya. Jumlah itu jauh di atas batas distribusi normal untuk satu kendaraan, dan tidak disertai dokumen angkutan resmi.
Polisi memperkirakan tabung-tabung tersebut akan dibawa ke salah satu kabupaten tetangga melalui jalur tikus untuk dijual dengan harga lebih tinggi, memanfaatkan kelangkaan LPG di beberapa wilayah Sulawesi bagian utara.
Dampak ekonomi yang luas
Penyelundupan LPG bersubsidi tidak hanya menguntungkan pelaku, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat kecil. Tabung berisi 3 kilogram gas ini seharusnya disubsidi pemerintah untuk kelompok rumah tangga prasejahtera dan pelaku usaha mikro, bukan untuk diperjualbelikan dalam jaringan pasar gelap. Aksi ilegal seperti ini memperparah kelangkaan pasokan dan membuat harga di tingkat pengecer menjadi tidak stabil.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, harga LPG subsidi di beberapa desa sempat naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 35.000–40.000 per tabung. Kondisi itu membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan beroperasi dan mengancam keberlangsungan usaha rumah tangga seperti katering kecil, penjual gorengan, dan UMKM kuliner.
Penyelidikan lanjutan
Setelah pengungkapan ini, Sat Reskrim Polres Luwu Utara melakukan pengembangan untuk menelusuri siapa pemasok utama, jaringan pengepul, hingga tujuan distribusi akhir tabung-tabung tersebut. Polisi menduga bahwa sopir dan kenek merupakan bagian dari rantai yang lebih besar dan hanya bertugas sebagai kurir.
Barang bukti kini diamankan di Mapolres Luwu Utara. Sementara sopir, kenek, dan pemilik kendaraan tengah diperiksa intensif untuk memastikan apakah praktik ini sudah berlangsung lama dan berapa banyak tabung LPG lain yang telah berhasil diselundupkan ke luar daerah.
Operasi malam itu disebut sebagai salah satu pengungkapan terbesar sepanjang tahun berjalan. Polisi memastikan akan terus melakukan patroli penertiban distribusi LPG, terutama menjelang hari-hari besar ketika permintaan meningkat tajam.
















