Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Banjir dan Longsor Luwu Utara Kembali Terjadi, 25 Rumah Terdampak, BPBD: Selalu Waspada karena Sudah Langganan

banner 120x600
banner 468x60

Banjir dan Longsor Kembali Melanda, Puluhan Rumah dan Jalan Terendam

Luwu Utara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara melaporkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor pada Sabtu, 7 Juni 2025, sekitar pukul 19.30 WITA. Peristiwa ini menimbulkan dampak signifikan di beberapa desa dan dusun, khususnya di Kecamatan Baebunta dan Kecamatan Sabbang.

banner 325x300

Menurut Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, penyebab utama bencana adalah tingginya curah hujan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari. “Tinggi muka air (TMA) tercatat mencapai 1 hingga 1,5 meter di beberapa titik terdampak,” ujarnya kepada media, Minggu (8/6/2025).

Dampak Banjir dan Longsor

Di Desa Baloli, banjir merendam 20 unit rumah yang dihuni oleh 20 kepala keluarga. Selain rumah, banjir juga memengaruhi fasilitas umum, jalan sepanjang 100 meter, 1 unit masjid, serta 20 hektar kebun kelapa sawit. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan menimbulkan kerugian material cukup besar.

Sementara itu, di Desa Radda, 5 unit rumah milik 5 kepala keluarga juga terdampak banjir, meski tidak sedalam di Baloli. Warga setempat dilaporkan mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko keselamatan.

Di Dusun Lena, Desa Pararra, Kecamatan Sabbang, terjadi tanah longsor yang menimbun jalan poros Pararra–Rongkong sepanjang 50 meter, sehingga menghambat akses transportasi. Selain itu, dua unit rumah milik Zainuddin dan Sirman tertimbun material longsor, memaksa kedua keluarga mengungsi sementara.

Upaya Penanganan

BPBD Kabupaten Luwu Utara segera melakukan asesmen lokasi kejadian bersama aparat desa setempat. Petugas bersama warga setempat juga melakukan gotong royong membersihkan jalan, sehingga jalur tersebut dapat dilewati kendaraan roda dua minimal.

Selain itu, BPBD memberikan peringatan dini kepada warga di daerah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada, mengingat wilayah Luwu Utara sering mengalami bencana hidrometeorologi akibat topografi pegunungan dan sungai yang berdekatan dengan pemukiman.

Imbauan dan Langkah Ke Depan

BPBD menyarankan masyarakat selalu menyiapkan posko darurat, peralatan evakuasi, dan stok kebutuhan pokok untuk menghadapi kemungkinan banjir susulan. Kepala BPBD juga mengimbau agar warga tidak meninggalkan material di bantaran sungai yang dapat memperparah banjir dan longsor.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama di wilayah langganan banjir dan longsor seperti Luwu Utara. BPBD menekankan koordinasi dengan aparat desa dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko korban dan kerugian material.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *