Luwu Utara– Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus menunjukkan komitmen kuat untuk memperbaiki akses infrastruktur di wilayah terujungnya, Kecamatan Seko. Dalam upaya memperlancar konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedalaman, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, melalui Bupati Luwu Utara (Pelaksana Harian) Andi Abdullah Rahim, meminta dukungan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk membantu memperbaiki ruas jalan menuju Kecamatan Seko yang masih rusak parah.
Permintaan itu disampaikan langsung oleh Andi Abdullah Rahim saat melakukan audiensi dengan Kepala BBPJN Sulsel, Indra Cahya Kusuma, di Makassar, Selasa (14/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, Andi Rahim didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Luwu Utara, Muharwan, dan Kepala Bidang Bina Marga, Agung.
“Pemda telah melakukan audiensi dengan BBPJN untuk memaparkan sekaligus meminta bantuan pembenahan ruas jalan nasional menuju ke Kecamatan Seko sepanjang 14 kilometer,” ujar Andi Rahim.
Akses Sulit, Ekonomi Tersendat
Kecamatan Seko merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Kabupaten Luwu Utara. Medan jalan yang ekstrem dan belum sepenuhnya beraspal membuat perjalanan menuju wilayah tersebut kerap memakan waktu hingga belasan jam. Padahal, Seko menyimpan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata alam.
Ia menjelaskan, Pemda Lutra telah melakukan riset dan kajian teknis terkait pola terbaik untuk memperbaiki jalan menuju Seko. Berdasarkan hasil kajian tersebut, pengerjaan jalan direncanakan dimulai dari Desa Pengkendekan menuju Desa Limbong, Kecamatan Rongkong.
“Pengerjaan ruas Pengkendekan–Limbong sepanjang 14 kilometer akan menjadi alternatif dari jalur eksisting yang saat ini melalui Desa Komba,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab juga menyiapkan sinergi dengan pihak swasta. Menurut Andi Rahim, pengerjaan lanjutan dari Desa Mabusa menuju Desa Malimongan akan menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Tirta. Langkah ini menunjukkan pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
Baca Juga: Gubernur Andi Sudirman Serahkan Rp10 Miliar untuk Luwu Utara Pembangunan Seko
Permintaan Tambahan: Pelebaran Jalan Nasional di Baebunta
Dalam audiensi tersebut, Bupati Lutra juga mengajukan permintaan tambahan kepada BBPJN Sulsel agar melakukan pelebaran ruas jalan nasional di wilayah Kecamatan Baebunta.
Menurutnya, kebutuhan tersebut muncul karena ruas jalan nasional di kawasan tersebut kini semakin padat, terutama akibat meningkatnya aktivitas ekonomi dan lalu lintas kendaraan berat. Dengan adanya pelebaran jalan dan pembangunan trotoar, keselamatan pengguna jalan juga diharapkan meningkat.
BBPJN Sulsel Siap Dukung
Menanggapi hal tersebut, Kepala BBPJN Sulsel, Indra Cahya Kusuma, menyambut baik usulan Pemkab Luwu Utara. Ia mengungkapkan bahwa beberapa proyek peningkatan jalan di wilayah Luwu Utara telah masuk dalam agenda pembangunan tahun anggaran mendatang.
Selain itu, Indra menyebut bahwa pembangunan lanjutan jalan Seko–Sabbang yang merupakan jalan provinsi juga sudah direncanakan. Proyek ini akan dilaksanakan secara multiyears pada tahun 2026–2027, dengan total anggaran mencapai Rp 121,8 miliar. Pembangunan tersebut mencakup panjang 15 kilometer dan 45 kilometer pada dua segmen utama.
















